PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN DALAM PENCAPAIAN

 TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2030

Mohammad Ali

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

Assalamuaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Bismillahir Rahmaanir Rahiem

Pimpinan dan Anggota MWA, SA, dan Dewan Guru Besar UPI,

Rektor dan para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Sekolah Pascasrjana, Ketua dan Sekretaris LPM, para Direktur dan Sekretaris Kampus Daerah, segenap jajaran pipinan dan staf teknis, edukatif dan admisnistratif di lingkungan UPI.

Pengsurus dan anggota IIK UPI, para Mahasiswa dan hadirin yang saya hormati.

Setelah memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT dan membacakan sholawat untuk junjungan kita Rosulullah SAW, izinkan saya menyampaikan Orasi singkat dalam rangka Purnatugas saya sebagai Aparat Sipil Negara, pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul: Peran Strategis Pendidikan Dalam Pencapaian Sustainable Development Goals 2030

Hadirin yang saya hormati,  

Pembangunan nasional yang merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam berbagai sektor kehidupan, membutuhkan pelaku yang memiliki profesionalisme, kearifan dan perilaku bijak yang menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini mengingat, pembangunan tidak hanya memberi dampak positif, yaitu peningkatan kesejahteraan, tetapi juga memberi dampak negatif, seperti terjadinya kerusakan lingkungan. Atas dasar ini, kebijakan pembangunan nasional perlu mengaplikasikan konsep pembangunan keberlanjutan atau Sustainability concept sehingga dapat dihindari atau diminimalisasi berbagai dampak negatif dari pembangunan tersebut.

Hadirin yang saya hormati,

Konsep Sustainability mencakup lingkup yang cukup luas. Parameterparameter serta indikatornya pun terus bertambah. Konsep ini penting untuk diterapkan mengingat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan yang hanya mementingkan aspek ekonomi yang kurang bijak sudah pada taraf memprihatinkan. Berbagai fakta menunjukkan banyak negara yang melaksanakan pembangunan hanya menekankan pada peningkatan produktivitas dalam upaya meningkatkan Gross Domestic Product (GDP) tanpa memperhitungkan aspek kerusakan lingkungan.

Pada awalnya konsep Sustainability dirumuskan untuk kepentingan pencegahan kerusakan lingkungan agar generasi yang akan datang juga dapat memanfaatkan sumber daya alam dari lingkungan itu. Pada perkembangan selanjutnya, konsep ini mencakup keberlanjutan dalam persepktif ekonomi, ekologi, dan sosial-budaya. Tujuannya adalah agar dalam upaya memenuhi kebutuhan generasi saat ini tidak mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang.

Untuk mengintensifkan penerapan konsep Sustainability, PBB memberi mandat kepada UNESCO untuk mensosialisakannya melalui pendidikan melalui program Education for Sustainable Development (ESD). SelanjutnyaUNESCO  memproklamirkan 2005-2014 sebagai Decade of Education for Sustainable Development (DESD) dan memasukkan konsep Sustainable Development atau Sustainability serta penerapannya dalam pendidikan. Program ini dimaksudkan untuk mendorong semua anggota PBB melaksanakan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya penerapan konsep ini dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.

Program Aksi Global (Global Action Program) dimulai 2015-2020. Adapun fokusnya adalah pencapaian sustainable development goals 2030 (SDGs 2030), yang meliputi 17 tujuan (goals), yaitu: 1) no poverty; 2) zero hunger; 3) good health and well-being; 4) quality education; 5) gender inequality; 6) clean water and sanitation; 7) affordable and clean energy; 8) decent work and economic growth; 9) industry innovation and infrastructure; 10) reduced inequality; 11) sustainabilities and communities; 12) responsible consumption and production; 13) climate action; 14) life below water; 15) life on land; 16) peace, justice, and a strong institution; 17) partnership for the goals. Setiap tujuan itu mempunyai target yang semuanya harus dicapai pada 2030.

Terkait ini, pendidikan merupakan sektor yang memegang peran strategis, sehingga mulai 2022 implementasi ESD menekankan atau bermuatan SDGs 2030. Atas dasar ini, semua lembaga pendidikan dari Pra-sekolah, Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi seharusnya mengimplementasikan ESD dengan menekankan pada pencapaian SDGs 2030. 

Hadirin yang saya hormati.

Implementasi ESD untuk mencapai SDGs 2030, seharusnya memberdayakan rakyat untuk berpartisipasi, agar tercapai keberlanjutan, baik pada sector ekonomi, lingkungan, maupun social-budaya. Dalam konteks ini, pendidikan bukan semata-mata dilaksanakan dengan cara melakukan transfer pengetahuan. Terdapat dua dimensi kunci pendidikan dalam konteks ini, yaitu pengembangan kognitif dan pemupukan kecakapan, pengetahuan, nilai, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang produktif dan bertanggung jawab. Dengan kata lain pendidikan berupaya mengubah perilaku dan gaya hidup untuk transformasi masyarakat secara positif.

Pelaksanaan ESD untuk mencapai SDGs 2030 dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran di sekolah. Integrasi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk tema (tematik) yang setiap tema dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran dan sebaiknya dilaksanakan sejak pendidikan usia dini dan berlangsung terus-menerus hingga pendidikan tinggi. Caranya adalah dengan mengintergrasikan materi ajarnya kedalam kurikulum dan silabus.

Dalam implementasi ESD untuk mencapai SDGs 2030 perlu dikembangkan kurikulum yang juga mencakup strategi pengajaran dan evaluasinya. Implementasi kurikulum seharusnya menekankan pada pengalaman praktis dalam upaya memupuk kesadaran, sikap, dan sistem nilai terkait pembangunan berkelanjutan. Hal ini menuntut setiap lembaga pendidikan pada semua jenjang untuk mengorientasikan sistem, kebijakan, dan parktik pendidikannya yang diarahkan pada mendorong peserta didik untuk mengmbil keputusan dalam mememcahkan masalah dan ancaman yang terkait dengan masa depannnya. Untuk kepentingan ini, kurikulum diformulasikan dalam bentuk tema-tema yang terkait dengan tiga bentuk kompetensi, yaitu kecakapan belajar dan inovasi, kecakapan memperoleh informasi menggunakan media dan teknologi, dan kecakapan hidup dan karier. Selanjutnya, kunci keberhasilan pendidikan untuk Sustainability adalah proses belajar mengajar yang bersifat kritis, menyenangkan, dan kompetitif dalam upaya memperbaiki lingkungan. Ini semua memerlukan proses jangka panjang dan dilakukan melalui pengajaran yang bervariasi.

Hadirin ynag berbahagia,

Simpulan orasi saya adalah: Tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 (SDGs 2010) merupakan program aksi global yang harus dilaksakan oleh setiap negara anggota PBB. Untuk mencapai tujuan tersebut UNESCO diberi mandat untuk mendorong setiap negara anggotanya melaksanakan ESD yang sejak 2022 muatannya mencakup SDGs 2030.  Hal ini mengingat pendidikan memainkan peran strategis dalam mengahasilkan sumber daya manusia berkualitas dan bijak serta bertangung jawab dalam pelaksaaan pembangunan dan pencapaian SDGs 2030. Agar dapat melaksanakan program ini, diperlukan kurikulum yang relevan, strategi belajar mengajar yang efektif yang menekankan pada pengalaman langsung, yang dapat juga memanfaatkan teknologi, serta perlu dikembangkan strategi evaluasi yang tepat yang menekankan pada pengalaman praksis dalam memupuk kesadaran, sikap, dan sistem nilai ke arah pembangunan berkelanjutan.

Hadirin yang saya hormati,

Melalui mimbar ini izinkanlah saya memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala karunia dan anugerah berbagai keni’matan yang dilimpahkan kepada saya. Orang pertama dan utama yang saya harus berterimakasih adalah Almaghfur lahuma kedua orang tua yang telah lama tiada, K.H. Sya’roni dan Ibu Nyai Hj. Hafidzoh. Selanjutnya, semua Guru, Ustadz, Kyai, Dosen, dan Pembimbing Akademis, baik yang masih ada maupun telah tiada, juga saya haturkan terima kasih. Terima kasih kepada Negara dan Pemerintah RI, Terima kasih kepada semua Kolega dan Sahabat, pimpinan dan anggota Dewan Guru Besar (DGB), para Rektor sejak saya menjadi PNS/ASN 1 Pebruari 1980 hingga sekarang, isteri tercinta yang telah mendampingi saya sejak 20 Juli 1979, anak-anak dan dan menantu serta cucu, dan saudara-saudara saya juga para mahasiswa semua yang selalu memberi dukungan moril dan doa yang tulus untuk kesuksesan saya dalam menjalani karier dihaturkan terima kasih. Semoga Allah Yang Maha Agung membalas semua kebaikan mereka.

Dalam kesempatan ini pula, izinkan saya menyampaikan bahwa saya telah menerima tulisan tentang diri, karier, dan legasi saya dari para kolega dan sahabat yang kemudian dihimpun dan disunting o oleh Prof. Rudi Susilana dan Prof Asep Herry Hernawan menjadi buku berjudul MOHAMMAD ALI: Refleksi Karier dan Legasi. Buku ini diterbitkan oleh UPI Press. Dalam kesempatan ini saya menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada para penyunting, serta kolega dan sahabat yang telah menyumbangkan tulisan. Kepada Penerbit UPI Press juga disampaikan terima kasih. Semoga Allah SWT memberi balasan pahala kepada beliau-beliau itu dan semoga kumpulan tulisan itu dapat menginspirasi pembacanya.

Kepada Bapak Rektor, mohon di akhir acara ini berkenan menerima sebagian buku-buku dan kumpuluan artikelyang dimuat pada berbagai jurnal internasional yang dihimpun dalam buku berjudul PERSPECTIVES ON EDUCATION AND SUSTAINABILITY EDUCATION dengan harapan semoga bermanfaat.

Demikian orasi singkat saya, Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thorieq. Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh