Konsep Dasar Kurikulum

Konsep Dasar Kurikulum

Apr 03
Konsep Dasar Kurikulum

Oleh : Asep Herry Hernawan dan Rudi Susilana

Perubahan paradigma pengembangan kurikulum di Indonesia diawali dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan kemudian diikuti oleh Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada PP tersebut, khususnya pasal 17 ayat 2 dinyatakan bahwa “Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK”.

Adanya kebijakan tersebut mengimplikasikan bahwa kurikulum tidak lagi disusun oleh pemerintah sebagaimana yang terjadi pada penyusunan kurikulum terdahulu (Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1999, dan KBK yang baru dipilotingkan dan disosialisasikan), akan tetapi kurikulum dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang sekarang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sebagai entry point untuk mempejari lebih mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan Kurikulum dan Pembelajaran, pertanyaan yang dapat diajukan apakah dengan adanya perubahan paradigma di atas membawa implikasi pada perubahan konsep dasar kurikulum? Jawabannya ada di modul pertama ini.

Materi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang Konsep Dasar Kurikulum dan setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat :

1. Menjelaskan pengertian kurikulum.
2. Membandingkan pengertian kurikulum dari beberapa ahli kurikulum.
3. Menjelaskan keterkaitan dimensi kurikulum dengan berbagai pengertian kurikulum.
4. Menjelaskan fungsi kurikulum.
5. Menginterpretasikan peranan kurikulum.

Untuk mencapai tujuan tersebut, di dalam materi ini akan disajikan 2 kegiatan belajar. Kegiatan belajar pertama akan memaparkan hal yang berkenaan dengan Pengertian dan Dimensi Kurikulum, sedangkan kegiatan belajar kedua berkenaan dengan Fungsi dan Peranan kurikulum.

Pemahaman yang mendalam akan diperoleh bila membaca uraian dengan cermat, mengerjakan latihan/tugas dan mendiskusikannya dengan teman serta mengerjakan tes formatif untuk menguji tingkat penguasaan Anda. Hal yang harus diperhatikan adalah kedisiplinan Anda dalam membaca uraian dan mengerjakan latihan/tugas yang terintegrasi dalam uraian akan sangat membantu keberhasilan Anda dalam memahami bahan belajar ini secara keseluruhan. Selamat belajar!

 

Download PDF

Download PPS

 

Leave a Reply