Studium General Prodi Teknologi Pendidikan

DSC_0092Agenda tahunan studium general Departemen Kurikulum Teknologi kali ini mengambil tema “Desain dan Implementasi Teknologi Pendidikan di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditotium FIP UPI, Rabu, 28 September 2016 yang menghadirkan pakar di bidang pendidikan jarak jauh dan praktisi animasi. Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. selaku ketua departemen menyambut peserta, pemateri, dan undangan melalui kata-kata sambutannya, dan beliau mengatakan bahwa acara ini memberikan wahana pengetahuan bagi civitas akademika khususnya para mahasiswa. Selanjutnya acara dibuka oleh Wakil Dekan I FIP Dr. Agus Taufik, M.Pd. dengan memberikan saran agar departemen ini mengadakan semacam olimpiade departemen tingkat nasional dalam sambutannya, lebih lanjut wakil dekan I FIP menyebutkan departemen ini merupakan salah satu departemen panutan di FIP, untuk itu perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang lebih “menggigit” lainnya.

Materi pertama disampaikan oleh praktisi pendidikan Dr. Benny A. Pribadi, MA. Dengan membawakan materi dengan judul “Desain dan Pengembangan Program Pembelajaran”. Pemateri memaparkan secara general dan mendalam terkait bagaimana mendesain program yang efektif melalui pendekatan ADDIE, “dimana kadang para desainer lupa juga tidak melakukan analisis terlebih dahulu” ujar Benny. Pada sesi tanya jawab, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa dan juga dosen. “Apakah pembelajaran jarak jauh efektif?” Pertanyaan diajukan oleh Nabila mahasiswa semester 3, selanjutnya pemateri menjawab pertanyaan tersebut bahwasannya tujuan dari distance learning ini berbeda pembelajaran konvensional, dimana dalam distance learning ini lebih mengedepankan akses terlebih dahulu, lalu kemudian menciptakan fasilitas-fasilitas pembelajaran lainnya, untuk selanjutnya diserahkan kepada peserta didiknya itu sendiri untuk menciptakan pembelajaran mandiri secara efektif.

Pemateri kedua dilanjutkan oleh pemaparan tentang dunia animasi pendidikan prospek dan tantangan masa depan. Perihal tersebut dibahas oleh Ketua CCA atau Cimahi Creative Assosiation Bapak Rudi Sutedja. Dalam paparannya, disampaikan bahwa Indonesia dalam pengembangan dunia animasi dapat belajar dari 3 kiblat yaitu eropa (sebagai eksperimentasi/avant garde), amerika (bisnis), atau jepang (soft power). Dibuka juga data dari kemendag bahwa tahun 2015 indonesia mengekspor senilai 639 milyar animasi ke luar negeri, sedangkan impor pada saat yang bersamaan sebesar 31 trilyun. Menyoroti hal lain pemateri mengangkat pangsa pasar pendidikan indonesia sangat tinggi, juga terkait dengan perkembangan teknologi di Indonesia juga sangat drastis, namun tak lupa juga tantangan juga sangat tinggi.

Comments are closed